Sabtu, 08 Mei 2010

siapa yang biasa dipercaya?

Aku menghela nafas yang panjang. memikirkan bahwa siapakah yang dapat dipercaya di dunia ini? anda? engkau? kalian? dapatkah saya percaya? bahkan kepada Tuhanpun aku sangsi dapat percaya. hidup sangat membingungkan. memang hidup ini sangat singkat. dan tidak abadi. kita hanya bisa berharap dapat melalui kehidupan ini dengan baik.

aku tak akan pernah percaya siapapun. tidak mau percaya lagi... sungguh tak ada yang pantas untuk dipercayain.


pen-DIDI-kan

manusia adalah manusia. manusia jelas bukan binatang. namun, mengapa manusia membutuhkan pendidikan? 

manusia dan hewan jika dibandingkan jelas sangat berbeda kelasnya. namun yang menarik, jika dilihat pada saat manusia dan hewan lahir. hewan lebih unggul dibandingkan manusia. hewan secara naluri intuitif sudah mampu mengenal kondisi lingkungannya. bahkan jika dipaksakan, hewan mampu bertahan hidup dengan kapasitas hewaninya. manusia jelas, pada posisi ini ketinggalan sangat jauh. manusia tidak memiliki kemampuan yang setara bahkan mendekati kemampuan naluri intuitif yang bersifat alamiah yang dimiliki oleh hewan. manusia pada masa "bayi" membutuhkan sosok manusia dewasanya-entah orang tua atau siapapun itu- agar eksistensi hidupnya dapat berlangsung. jelas, pada posisi ini manusia sangat rendah dibandingkan hewan.

namun yang membuat manusia lebih superior dibandingkan hewan adanya posisi lanjutan setelah melewati fase "lemah" ini. namun yang menarik agar manusia dapat "naik pangkat" dari hewan manusia membutuhkan pendidikan. tanpa pendidikan manusia tidak dapat menyamai kemampuan minimal hewan yang bersifat instingtif naluriah. melalui pendidikan manusia-meskipun pendidikan yang paling rendah sekalipun, misalnya pendidikan dari keluarga primer dalam hal mengajarkan berbicara, berjalan, dan berlari-  dapat memanusia dirinya sehingga dia lebih berharga dibandingkan penghuni eksistensi kehidupan lainnya. 

Jadi, pendidikan bagi manusia adalah membuat Didi menjadi manusia yang seutuhnya. bukan manusia-manusiaan.


Losando

terkapar oleh waktu

apakah jadinya seorang manusia yang menjadi pesakitan di gua penderitaan? saya termenung memikirkan pertanyaan ini. siapakah yang dapat menjawabnya? siapakah yang dapat merasakannya? manusia lebih baik daripada anjing. manusia bisa mengalami kesakitan namun tidak selama dia sakit, suatu saat dia akan merasakan kebahagiaan. 

waktu penuh misteri. manusia tidak tahu apa yang akan terjadi dan apa maunya waktu. manusia hanya mampu bermimpi-mimpi dan menduga-duga mengenai waktu depan. namun keputusannya dipegang absolut oleh waktu. manusia terkapar oleh waktu dan dia tidak berdaya. sungguh ironi waktu itu...